Latar Belakang
Kemajuan Teknologi dan Industri di
manfaatkan oleh manusia untuk meningkatkan kualias hidup. Terbukti bahwa
teknologi dan industri yang maju identik dengan tingkat kehidupan manusia yang
jauh lebih baik . Kemajuan teknologi dan industri berdampak positif terhadap
lingkungan hidup karena meningkatkan kualitas hidup manusia. Tapi disisi lain
manusia juga sadar akan adanya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi dan industry
tersebut.
Dampak
pencemaran lingkungan tidak hanya berpengaruh dan berakibat kepada lingkungan
alam saja, Akan tetapi berakibat dan berpengaruh terhadap kehidupan mahluk
hidup lainya . Pencemaran lingkungan cepat atau lambat dampaknya akan dirasakan
oleh manusia . Oleh sebab itu dalam upaya memperoleh kualitas hidup yang lebih
baik, kita perlu juga untuk memperhatikan hal-hal kecil yang nantinya akan
membuat terjadinya kerusakan lingkungan . Sesuai dengan perhitungan yang saya
perkirakan mengenai jumlah penumpukan sampah di kota metropolitan.
Yaitu tingkat sampah perharinya mencapai 3,5
liter/orang ( 0,0035 m3) , Kota Bekasi dengan jumlah penduduk 2.861.928 jiwa di
kaitkan dengan 0,0035 m3 menghasilkan 10.016,748 meter kubik (m3) tumpukan
sampah perharinya, Sampah
yang terangkut saat ini sebanyak 6.700 m3 perhari. Dan tersisa 3.316,748 m3 tumpukan sampah di kota Bekasi yang
belum bisa terangkut .Di samping itu, pola konsumsi masyarakat memberikan
kontribusi dalam menimbulkan jenis sampah yang semakin beragam. antara lain,
sampah kemasan yang berbahaya dan/atau sulit terurai oleh proses alam.
Selama ini sebagian besar masyarakat masih
menganggap sampah sebagai barang bekas atau sisa yang tidak berguna, bukan
sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan. Masyarakat dalam mengelola sampah
masih bertumpu pada pendekatan akhir (end-of-pipe), yaitu sampah dikumpulkan,
diangkut, dan dibuang ke tempat pemprosesan akhir sampah. Padahal, timbunan
sampah dengan volume yang besar di lokasi tempat pemprosesan akhir sampah
berpotensi melepas gas metan (CH4) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca
yag dapat berdampak terhadap pemanasan global. yang semankin meningkat di bumi
yang kita huni ini .
Dari tugas kuliah yang saya kerjakan dan dari latar
belakang tersebutlah saya melakukan observasi mengenai pencemaran lingkungan di
sekitar tempat pembuangan sampah serta untuk mengetahui kondisi langsung
masyarakat di daerah tempat pembuangan sampah .
Tujuan Observasi
Adapun tujuan yang di maksud dari
observasi yang saya lakukan antara lain :
1.
Mengerjakan tugas yang saya kerjakan
2.
Untuk mengetahui dan memahami masalah kesehatan
lingkungan hidup yang terjadi di kawasan tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang
, Bekasi Timur Jawa Barat
3.
Mencari upaya pemecahannya ( problem solving )
dengan prinsip mengurangi pencemaran lingkungan.
Manfaat Observasi
Manfaat dari
observasi yang kami lakukan di antaranya ;
1.
Mengetahui kondisi langsung masyarajat di sekitar
tempat pembuangan akhir sampah (TPA)
2. Mengetahui dan
memahami masalah kesehatan lingkungan hidup yang terjadi di kawasan tempat
pembuangan akhir sampah Bantargebang , Bekasi
Timur , Jawa Barat
3.
Mengetahui bagaimanaupaya pemecahan( problem solving
) pencemaran lingkungan di tempat pembuangan akhir sampah.
4. Sebagai tambahan
pengetahuan tentang bidang studi geografi tentang
PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP
PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP
Rumusan
Masalah
Dari hasil informasi yang saya dapa dari sahabat dan
teman – teman saya yang tinggal disekitar area tempat tersebut , saya menemukan
beberapa masalah mengenai pencemaran lingkungan di tempat pembuangan sampah Bantargebang bekasi. Untuk bisa memberikan solusi dari masalah di atas saya membuat
perumusan masalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana sistem pengolahan sampah yang baik? untuk
mengurangi tingkat pencemaran lingkungan di tempat pembuangan sampah Bantargebang ?
2.
Bagaimana cara mengatasi bau sampah yang busuk dan
lalat yang berterbangan yang menimbulkan wabah penyakit bagi warga Bantargebang?
3.
Bagaimana solusi untuk mendapatkan air bersih bagi
masyarakat sekitar tempat pembuangan sampah Bantargebang?
4.
Bagaimana caranya untuk meningkatkan Kesadaran
Masyarakat Bantargebang
untuk menjaga kebersihan lingkungan ?
Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk
di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia
berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan
jasad hidup lainnya. Adapun berdasarkan UU No.23 tahun
1997 lingkungan hidup adalah Kesuatu ruang dengan semua benda dan kesatuan
mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunnya yang melangsungkan
perikehidupan dan kesejashteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.
Pengertian tempat pembuangan akhir sampah
(TPA)
Tempat Pembuangan Akhir Sampah adalah tempat menimbun
sampah yang diangkut dari sumber sampah sehingga tidak mengganggu lingkungan. Sebelum
kita membuat atau merencanakan membangun Tempat Pambuangan Akhir Sampah,
terlebih dahulu harus dilakukan STUDY ANDAL karena suatu TPA Sampah sudah pasti
akan menimbulkan dampak negatif. Dengan melalui STUDY ANDAL maka beberapa
dampak negatif yang telah diprediksi akan timbul diusahakan dikelola sehingga
tidak melampaui nilai ambang batas yang telah ditetukan oleh Pemerintah dalam
Peraturan Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (AMDAL).
Bila melalui STUDY ANDAL tersebut lokasi terpilih
tidak memenuhi syarat maka harus dicari lagi lokasi lain yang sesuai. Mengenai
TPA Sampah dan hasil dari STUDY ANDAL dampak negatif yang diprediksi akan
timbul tersebut harus dikelola sehingga tidak mencemari lingkungan. Secara umum
Sampah di bedakan menajdi duah yaitu :
- Sampah organik atau sampah basah adalah sampah yang mudah mumbusuk, seperti sampah sisa dapur, daun-daunan, sayur- sayuran, buah-buahan, dan sebagainya.
- Sampah anorganik atau sampah kering adalah sampah yang tidak dapat membusuk, seperti logam, kaleng, plastik, kaca, dan sebagainya
Metode penimbunan sampah
metoda atau cara penimbunan sampah yang
kita kenal yaitu Control landfill. Control landfill adalah Sampah yang ditimbun
dalam suatu TPA Sampah yang sebelumnya telah dipersiapkan secara teratur, dibuat
barisan dan lapisan setiap harinya dan dalam kurun waktu tertentu timbunan
sampah tersebut diratakan dan dipadatakan oleh alat berat seperti Buldozer. Setelah
rata dan padat timbunan sampah lalu ditutup oleh tanah .
Pengertian Pencemaran
Pencemaran adalah masuknya makhluk hidup, zat
energi, dan komponen lain ke dalam
lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh
proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan lingkungan menjadi kurang dan tidak dapat berfungsi lagi sesuai
dengan peruntukannya. Definisi ini sesuai dengan pengertian pencemaran pada
(Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982 )
Pengertian Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan terjadi bila daur materi dalam
lingkungan hidup mengalami perubahan, sehingga keseimbangan dalam hal struktur
maupun fungsinya terganggu. Ketidak seimbangan struktur dan fungsi daur materi
terjadi karena proses alam atau juga karena perbuatan manusia. Dalam abad
modern ini banyak kegiatan atau perbuatan manusia untuk memenuhi kebutuhan
biologis dan kebutuhan teknologi sehingga banyak menimbulkan pencemaran
lingkungan. Manusia adalah merupakan satu - satunya komponen Lingkungan Hidup
biotik yang mempunyai kemampuan untuk dengan sengaja merubah keadaan lingkungan
hidup. Dalam usaha merubah lingkungan hidupnya ini dengan bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan hidupnya dapat menimbulkan masalah yang disebut
pencemaran. Manusia juga dapat merubah keadaan lingkungan yang tercemar akibat
berbuatannya ini menjadi keadaan lingkungan yang lebih baik, menjadi keadaan
seimbang, dapat mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan, bahkan diharapkan
untuk dapat mecegah terjadinya pencemaran.
Ditinjau dari segi ilmu kimia yang
disebut pencemaran lingkungan adalah peristiwa penyebaran bahan kimia dengan
kadar tertentu yang dapat merubah keadaan Keseimbangan pada daur materi,
baik keadaan struktur maupun fungsinya sehingga mengganggu kesejahteraan
manusia. Pencemaran lingkungan ini perlu mendapat penanganan secara serius oleh
semua pihak, karena pencemaran lingkungan dapat menimbulkan gangguan terhadap
kesejahteraan kesehatan bahkan dapat berakibat terhadap jiwa manusia atau tidak
dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Definisi ini sesuai dengan
pengertian pencemaran pada (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup
No. 4 Tahun 1982 ). Berdasarkan medium fisik
lingkungan tempat tersebarnya bahan kimia ini, maka pencemaran lingkungan yang
disebabkan oleh bahan kimia dapat dibagi menjadi tiga jenis pencemaran, yaitu:
1. Pencemaran tanah
Pencemaran tanah
adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan
tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau
bahan kimia industry.
2. Pencemaran udara
Pencemaran udara adalah
kehadiran satu atau lebih substansifisik, kimia, atau biologi di atmosferdalam
jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan,
mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
3. Pencemaran air
Pencemaran air adalah
suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai,
lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia.Danau, sungai, lautan dan air
tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah
satu bagian dari siklus hidrologi.
Hubungan
Manusia dan lingkungan
Manusia mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan
dalam hidupnya dari lingkungan. Makin tinggi kebudayaan manusia, makin beraneka
ragam kebutuhan hidupnya. Makin besar jumlah kebutuhan hidupnya berarti makin
besar perhatian manusia terhadap lingkungannya. Perhatian dan pengaruh manusia
terhadap ligkungan makin meningkat pada zaman teknologi maju. Masa ini manusa
mengubah lingkungan hidup alami menjadi leingkungan hidup binaan. Eksplotasi
sumber daya alam makin meningkat untuk memenuhin bahan dasar industri.
Sebaliknya hasil industri berupa asap dan limbah mulai menurunkan kualitas
lingkungan hidup. Berdasarkan sifatnya, kebutuhan
hidup manusia dapat dilihat dan dibagi menjadi 2, yaitu kebutuhan hidup materil
antara lain adalah air, udara, sandang, pangan, papan, transportasi sera
perlengkapan fisik lainnya. Dan kebutuhan nonmateril adalah rasa aman,
kasih sayang, pengakuan atas eksistensinya, pendidikan dan sistem nilai dalam
masyarakat.
METODOLOGI
OBSERVASI
Lokasi observasi
Tempat
: Tempat
Pembuangan Sampah ( TPA ) Bantargebang
Alamat
:
Bantargebang , Bekasi Timur Jawa Barat
HASIL
OBSERVASI
Hasil pengamatan lingkungan .
Sesuai observasi yang telah saya lakukan ditempat, yakni di Tempat Pembuangan
Akhir sampah, yang terjadi adalah
pencemaran di lingkungan tersebut dimana banyak sampah yang berserakan sehingga
menimbulkan bau yang busuk dan mengganggu aktifitas masyarakat . serta air yang
kami amati di sekitar tempat pembuangan tercemar karena warnanya yang sangat
hitam dan bau, juga rumah masyarakat yang kumuh akibat adanya tumpukan sampah
di samping atau di depan rumah mereka. Berikut kondisi lingkungan di daerah
tempat pembuangan sampah akhir
Hasil wawancara
Setelah saya melihat kondisi lingkungan, Agar lebih mendaptkan informasi yang
jelas dan fakta saya melakukan wawancara kepada teman saya, dia seorang
masyarakat yang tinggal di sekitar area tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang
.Dan
hasilnya sebagai berikut :
Nama
: Santi Safitry
Pekerjaan
: pelajar
Hasil wawancara
:
- Apakah kamu asli berasal dari sini dan Sudah berapa lama tinggal di sini ?
Jawab
: sudah 17 tahun saya tinggal di sini, walaupun kedua orang tua saya bukan asli
orang sini. Tapi saya lahir dan dibesarkan disini
- Apa masalah lingkungan yang dihadapi masyarakat setempat, akibat tumpukan sampah?
Jawab
: yang menjadi permasalahan yaitu bau sampah yang tidak enak, serta tidak adanya
air bersih karena sudah tercemar. Dan
sering kali warga sekitar membakar sampah karena sudah menjadi kebiasaan mereka
didaerah ini
- Bagaimana kedua orang tuamu dan warga lainya mendaptkan air bersih ?
Jawab
: kami membeli air bersih dari mobil PDAM yang biasanya keliling , airtersebut
untuk keperluan mandi dan masak tapi jika untuk minum kami membeli air isi
ulang.
- Penyakit apa sajakah yang sering di derita warga sekitar sini ?
Jawab : penyakit gatal-gatal,
batuk , penyakit pencernaan dan paru-paru karena bau sampah yang tidak enak.
- Bagaimana masyarakat sekitar memanfaatkan tumpukan sampah disini ?
Jawab : biasanya warga mengumpulkan sampah yang bisa
di jual seperti botol-botol, nantinya di jual kepada pengumpul dan
hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan mereka
- Untuk mengurangi tumpukan sampah tersebut, bagaimana cara pengelolaan sampah yang baik ?
Jawab
: Untuk mengurangi tumpukan sampah biasanya masyarakat setempat mengumpulkan
sampah – sampah yang bisa didaur ulang , tapi ada juga masyarakat yang membakar
sampah pada malam hari dan jaga agar api tidak menjalar kerumah .
- Apa saja keluhan warga sekitar akibat pembuangan sampah ini ?
Jawab : yang sering di keluhkan warga
sudah pasti yaitu masalah Bau sampah yang tidak enak, dan juga apa bila ada
pembakaran sampah asapnya itu sangat mengganggu pernafasan. Dulu sering ada warga
yang terkena penyakit paru-paru. Serta banyaknya lalat akibat sampah tersebut
yang menimbulkan wabah penyakit bagi warga.
- Sampah BantarGebang ini kiriman sampah dari daerah mana saja san ?
Jawab : sampah-sampah BantarGebang ini adalah kiriman
dari Jakarta
hanya
sedikit saja sampah yang berasal dari daerah sekitar ini
- Hal positif apakah yang kamu dapat dari masyarakat ditempat ini?
Jawab: bagi
kalangan orang atas sisa sampah sisa dapur , botol bekas , plastik , kaca dan
sebagainya yang sudah tidak dibutuhkan adalah sesuatu yang berharga lagi atau
dibutuhkan, tapi buat kami orang kalangan bawah sampah adalah sesuatu yang
paling berharga , sampah adalahan lahan untuk mencari nafkah dengan cara yang
halal , sampah adalah yang menjauhkan kita dari kejahatan , dan sampah adalah sesuatu yang kalian
anggap tidak beraharga tapi bisa kami olah jadi berguna .
PEMBAHASAN
Secara umum permasalahan di atas menyangkut
hal-hal berikut ini :
- Masalah Bau sampah dan lalat
- Persediaan air bersih masyarakat sekitar
- Masalah kurangnya kesadaran dan kepedulian masayarkat tentang kebersihan lingkungan.
Untuk menyelesaikan
permasalahan di atas, perlu adanya pemecahan masalah ( problem solving )
ada pun kami memberikan solusinya sebagai berikut :
·
Mengatasi bau sampah dan lalat di lingkungan sekitar
TPA BantarGebang
Sesuai dengan hasil pengamatan
yang saya lakukan, masalah bau merupakan salah satu dampak negatif yang terjadi
akibat pengoperasian TPA BantarGebang, Bau
merupakan hasil samping dari penguraian sampah organik. Bau umumnya terjadi di
sepanjang jalan masuk ke TPA (berasal dari tumpukan sampah dan genangan air di
lingkungan sekitar). Untuk
mengatasi bau sampah tersebut diperlukan tindakan pelapisan tanah pada timbunan
sampah secara berkala. Sedangkan mengatasi bau pada jalan masuk dilakukan
dengan penggunaan bak-bak sampah yang tertutup. Serta dilakukan dengan
pemantauan secara berkala oleh petugas kebersihan agar tidak terjadi penumpukan
sampah yang berlebihan sehingga tidak menimbulkan bau yang berlebihan. Sama dengan bau, maka lalat juga merupakan
dampak negatif akibat pengoperasian TPA BantarGebang. Untuk mengatasi perkembangbiakan lalat dapat
dilakukan dengan pelapisan tanah pada timbunan sampah secara teratur,
sehingga proses perkembangbiakan lalat dapat dicegah.
·
Mengatasi masalah persediaan air bersih di TPA banyak cara yang bisa
digunakan dengan cara menjaga ekosistem dari lingkungannya. Air memiliki
peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehingga harus mendapat perhatian
khusus agar perannya tidak terganggu. Semua pihak harus menyadari akan
pentingnya mengatasi pencemaran air untuk dapat saling bekerjasama dalam
mengatasi permasalahan ini.
·
Solusi untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian
masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan, terutama untuk masyarakat
yang tinggal didaerah tersebut :
1.
Dimulai dari diri sendiri dengan cara memberi contoh
kepada masyarakat bagaimana menjaga kebersihan lingkungan.
2.
Memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga
kebersihan dan berbagai macam penyakit yang menyebar jika tidak menjaga
kebersihan kepada masyarakat, terutama masyarakat yang hidup didaerah TPA seperti didaerah Bantargebang
3.
Selalu Libatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh
untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga
kebersihan lingkungan.
4.
Sertakan para pemuda untuk ikut aktif menjaga kebersihan
lingkungan.
5.
Perbanyak tempat sampah di sekitar lingkungan
BAB III
PENUTUP
- A. KESIMPULAN
Berdasarkan observasi yang telah saya lakukan di tempat pembuangan sampah Bantargebang Bekasi
Timur ,Jawa Barat saya menyimpulkan bahwa lingkungan dan Air di
sekitar tempat pembuangan sampah sudah tercemar, warga di sekitar tempat
pembuangan sampah harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan air
sehari-hari. Serta Bau sampah yang sangat tidak enak dan banyak lalat sebagai
penular penyakit yang di akibatkan banyaknya sampah busuk.
Hal ini di sebabkan karena kurang baiknya system pengolahan sampah , karena
menerapakan menimbun sampah dari truk pengakut sampah tanpa tidak ada tindak
lanjut, serta dalam pengurangan volume sampah di lakukan pembakaran, hal ini
sangat tidak dianjurkan karena menimbulkan dampak masalah lingkungan akibat
pembakaran sampah tersebut. seperti menimbulakan penyakit pernafasan dan yang
sering di alami wargasekitar akibat dari proses pembakaran sampah tersebut
adalah penyakit Paru-Paru.
2. B. SARAN
Berdasarakan hasil observasi yang telah di lakukan, Penulis Dan Penyusun ingin menyampaikan saran-saran yang bisa
di jadikan bahan pertimbangan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan di
tempat pembuangan sampah khususnya di tempat pembuangan sampah Bantargebang.
- Mengganti system pengolahan sampah anerobic dengan system aerobic yang mendatangkan keuntungan baik untuk lingkungan maupun ekonimis.
- Pemda DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi harus bersinergi mempersiapkan planning kedepan mulai dari sekarang untuk berfikir lebih keras lagi agar permasalahan pengolaan sampah ini bisa diagendakan , dijalankan serta diawasi sebagai Pemilik Kebijakan yang bertanggung jawab untuk menentaskan Masalah yang sudah meresahkan warga Bantargebang .
- Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Bantargebang terhadap lingkungan Hidup dan kesehatan.
Lingkungan yang perlu dilestarikan supaya diperoleh
keadaan yang seimbang antara manusia. begitu banyak dampak yang ditimbulkan
jika kita tidak memperhatikan keseimbangan alam yang digunakan sebagai tempat
kehidupan. dampak negatif yang muncul berupa penyakit yang merugikan pada
manusia seperti penyakit pernafasan, diare, kholera, thyphus, dysentri, polio,
ascariasis dan lain-lain.
Dampak positif lingkungan terhadap kesehatan
memperoleh sumber energi untuk kebutuhan hidup. untuk pencegahan penyakit perlu
dilakukan sanitasi terhadap lingkungan air, udara dan tanah, khususnya
pengelolaan air minum dan air buangan secara terpadu.
Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai materi
yang menjadi pokok bahasan dalam materi ini,mohon maaf apabila masih banyak
kekurangan dan kelemahan, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan
atau referensi yang ada hubungannya dengan judul materi ini.
saya banyak
berharap para pembaca yang budiman dapt memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada saya
selaku penyusun demi sempurnanya materi ini dan dan penulisan materi di
kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga materi ini berguna bagi penulis pada
khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
SEKIAN DARI SAYA
WASSALAMU’ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARRAKATUH
Referensi :
Ucapan Terimakasih Kepada :
·
Warga sekitar TPU Bandargebang Bekasi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar