Jumat, 22 Januari 2016

Lumpur Panas



Tujuan penulisan : 
1.      Menjelaskan hal-hal yang terjadi saat peristiwa lumpur lapindo
2.      Menjelaskan penyebab dan kronologi kejadian lumpur lapindo 
3.      Menjelaskan tentang lokasi
4.      Menjelaskan dampak negative dan positif lumpur lapindo
5.      Dan upaya penangulangan lumpur lapindo


Banjir lumpur panas Sidoarjo

Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo  adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
Diperkirakan bahwa Lapindo, sejak awal merencanakan kegiatan pengeboran ini dengan membuat prognosis pengeboran yang salah. Mereka membuat prognosis dengan mengasumsikan zona pengeboran mereka di zona Rembang dengan target pengeborannya adalah formasi Kujung. Padahal mereka membor di zona Kendeng yang tidak ada formasi Kujung-nya. Alhasil, mereka merencanakan memasang casing setelah menyentuh target yaitu batu gamping formasi Kujung yang sebenarnya tidak ada. Selama mengebor mereka tidak meng-casing lubang karena kegiatan pemboran masih berlangsung. Selama pemboran, lumpur overpressure (bertekanan tinggi) dari formasi Pucangan sudah berusaha menerobos (blow out) tetapi dapat diatasi dengan pompa lumpur Lapindo. Setelah kedalaman 9.297 kaki, akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. Lapindo mengira target formasi Kujung sudah tercapai, padahal mereka hanya menyentuh formasi Klitik. Batu gamping formasi Klitik sangat porous (berlubang-lubang). Akibatnya lumpur yang digunakan untuk melawan lumpur formasi Pucangan hilang (masuk ke lubang di batu gamping formasi Klitik) atau circulation loss sehingga Lapindo kehilangan/kehabisan lumpur di permukaan.
Akibat dari habisnya lumpur Lapindo, maka lumpur formasi Pucangan berusaha menerobos ke luar (terjadi kick). Mata bor berusaha ditarik tetapi terjepit sehingga dipotong. Sesuai prosedur standar, operasi pengeboran dihentikan, perangkap Blow Out Preventer (BOP) di rig segera ditutup dan segera dipompakan lumpur pengeboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan kick. Kemungkinan yang terjadi, fluida formasi bertekanan tinggi sudah telanjur naik ke atas sampai ke batas antara open-hole dengan selubung di permukaan (surface casing) 13 3/8 inci. Di kedalaman tersebut, diperkirakan kondisi geologis tanah tidak stabil dan kemungkinan banyak terdapat rekahan alami (natural fissures) yang bisa sampai ke permukaan. Karena tidak dapat melanjutkan perjalanannya terus ke atas melalui lubang sumur disebabkan BOP sudah ditutup, maka fluida formasi bertekanan tadi akan berusaha mencari jalan lain yang lebih mudah yaitu melewati rekahan alami tadi dan berhasil. Inilah mengapa surface blowout terjadi di berbagai tempat di sekitar area sumur, bukan di sumur itu sendiri Perlu diketahui bahwa untuk operasi sebuah kegiatan pengeboran migas di Indonesia setiap tindakan harus seizin BPMIGAS, semua dokumen terutama tentang pemasangan casing sudah disetujui oleh BPMIGAS.

Lokasi
Lokasi semburan lumpur ini berada di Porong, yakni kecamatan di bagian selatan Kabupaten Sidoarjo, sekitar 12 km sebelah selatan kota Sidoarjo. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gempol (Kabupaten Pasuruan) di sebelah selatan.
Lokasi pusat semburan hanya berjarak 150 meter dari sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), yang merupakan sumur eksplorasi gas milik Lapindo Brantas Inc sebagai operator blok Brantas. Oleh karena itu, hingga saat ini, semburan lumpur panas tersebut diduga diakibatkan aktivitas pengeboran yang dilakukan Lapindo Brantas di sumur tersebut. Pihak Lapindo Brantas sendiri punya dua teori soal asal semburan. Pertama, semburan lumpur berhubungan dengan kesalahan prosedur dalam kegiatan pengeboran. Kedua, semburan lumpur kebetulan terjadi bersamaan dengan pengeboran akibat sesuatu yang belum diketahui. Namun bahan tulisan lebih banyak yang condong kejadian itu adalah akibat pengeboran.
Lokasi semburan lumpur tersebut merupakan kawasan permukiman dan di sekitarnya merupakan salah satu kawasan industri utama di Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi semburan terdapat jalan tol Surabaya-Gempol, jalan raya Surabaya-Malang dan Surabaya-Pasuruan-Banyuwangi (jalur pantura timur), serta jalur kereta api lintas timur Surabaya-Malang dan
Surabaya-Banyuwangi.

Volume Lumur
Berdasarkan beberapa pendapat ahli lumpur keluar disebabkan karena adanya patahan, banyak tempat di sekitar Jawa Timur sampai ke Madura seperti Gunung Anyar di Madura, “gunung” lumpur juga ada di Jawa Tengah (Bleduk Kuwu). Fenomena ini sudah terjadi puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu. Jumlah lumpur di Sidoarjo yang keluar dari perut bumi sekitar 100.000 meter kubik perhari, yang tidak mungkin keluar dari lubang hasil “pemboran” selebar 30 cm. Dan akibat pendapat awal dari WALHI maupun Meneg Lingkungan Hidup yang mengatakan lumpur di Sidoarjo ini berbahaya, menyebabkan dibuat tanggul di atas tanah milik masyarakat, yang karena volumenya besar sehingga tidak mungkin menampung seluruh luapan lumpur dan akhirnya menjadikan lahan yang terkena dampak menjadi semakin luas.
Semburan lumpur panas selama beberapa bulan setelah bencana ini, menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta mengakibatkan gangguan aktivitas warga tersebut yang menyentuh berbagai aspek kehidupan: ekonomi, kesehatan, sosial, infrastruktur, lingkungan, dan lain-lain.
Dampak - dampak dari bencana lumpur panas bagi perkembangnya kehidupan manusia?
  • Bioakumulasi dalam jaringan lemak manusia (dan hewan)
  • Susah mendapatkan air bagi korban bencana tersebut
  • Kulit merah, iritasi, melepuh, dan kanker kulit jika kontak langsung dengan kulit
  • Kanker
  • Permasalahan reproduksi
  • Membahayakan organ tubuh seperti liver, paru-paru, dan kulit
  • Menghambat aktivitas masyarakat
  • Lumpur menggenangi 16 desa di tiga kecamatan yang membuat dievakuasinya warga setempat untuk diungsikan serta rusaknya areal pertanian.
  • Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur hingga Agustus 2006. (seperti: lahan tebu seluas 25,61 ha di Renokenongo, Jatirejo dan Kedungcangkring)
  • Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja.
  • Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja
  • Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD, SMP), Markas Koramil Porong, serta rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon)
  • Rumah/tempat tinggal dan tempat ibadah yang rusak akibat diterjang lumpur dan rusak
  • Kerusakan lingkungan terhadap wilayah yang tergenangi, termasuk areal persawahan
  • Akibat amblesnya permukaan tanah di sekitar semburan lumpur, pipa air milik PDAM Surabaya patah
  • Sebuah SUTET milik PT PLN dan seluruh jaringan telepon dan listrik di empat desa serta satu jembatan di Jalan Raya Porong tak dapat difungsikan
Dari beberapa dampak negative tersebut ,lumpur lapindo juga mempunyai dampak positif yaitu:
Munculnya penemuan yang luar biasa dari seorang mahasiswa Aji Christian Bani Adam, bersama tiga kawannya (Umarudin, Yoga Pratama dan Oki Prisnawan Dani) mengolah lumpur menjadi baterai ukuran AA. Lumpur yang yang berasal dari energi panas bumi dan juga terdapat unsur-unsur logam sehingga lumpur dapat dijadikan baterai. Karya yang disebut Lusi dry cell battery ini meraih juara kedua pada kompetisi Technopreneurship Pemuda 2012 yang diselenggarakan Kementerian Riset dan Teknologi di Graha Widya Puspiptek, Serpong, Tangerang. Aji dan kawan-kawannya mempresentasikan proposal ”Lusimart Usaha Pemasaran Lusi Dry Cell Battery Berbahan Dasar Solid Brown Electrolyte Mix Lumpur Lapindo Sidoarjo”.
Ide ini berawal dari keprihatinan Aji dan kawan-kawannya terkait luapan lumpur panas akibat pengeboran gas PT Lapindo Brantas di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, tahun 2006. Hal itu menimbulkan kerugian besar dan penderitaan masyarakat.
Nama Lusi pada baterai itu diambil dari kata lumpur Sidoarjo. Hal itu untuk mengingatkan orang terhadap asal bahan baterai itu. Mereka membuat baterai karena merupakan sumber energi paling praktis dan murah saat ini.Lusi dry cell battery dibuat menggunakan bahan baku lumpur Sidoarjo dan beberapa zat aditif, antara lain natrium silikat, amonium fosfat, natrium klorida, dan alumina. Dan kekuatan dan daya tahan baterai tersebut lebih tahan lama hingga 10% dari baterai lainnya.
Jadi, lumpur panas lapindo berasal dari perut bumi ini termasuk energi panas bumi yang mempunyai unsur-unsur logam dapat juga menjadi energi pengganti atau dijadikan energi alternatif. Seperti pembuatan baterai di atas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Upaya penanggulangan lumpur lapindo adalah:
  1. Dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. 
  2. Membuang lumpur panas Sidoardjo langsung ke Kali Porong. Keputusan itu dilakukan karena terjadinya peningkatan volume semburan lumpur dari 50,000 meter kubik per hari menjadi 126,000 meter kubik per hari
  3. Pembentukan lahan basah (rawa) baru di kawasan pantai Kabupaten Sidoardjo
Sampai sekarang banyak orang yang mencari cara untuk menghentikan semburan lumpur panas yang terjadi di Jawa Timur tersebut sampai sekarang.

Referesi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo#Perkiraan_penyebab_kejadian

Limbah Sampah


Latar Belakang
Kemajuan Teknologi dan Industri di manfaatkan oleh manusia untuk meningkatkan kualias hidup. Terbukti bahwa teknologi dan industri yang maju identik dengan tingkat kehidupan manusia yang jauh lebih baik . Kemajuan teknologi dan industri berdampak positif terhadap lingkungan hidup karena meningkatkan kualitas hidup manusia. Tapi disisi lain manusia juga sadar akan adanya pencemaran lingkungan  yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi dan industry tersebut.
                        Dampak pencemaran lingkungan tidak hanya berpengaruh dan berakibat kepada lingkungan alam saja, Akan tetapi berakibat dan berpengaruh terhadap kehidupan mahluk hidup lainya . Pencemaran lingkungan cepat atau lambat dampaknya akan dirasakan oleh manusia . Oleh sebab itu dalam upaya memperoleh kualitas hidup yang lebih baik, kita perlu juga untuk memperhatikan hal-hal kecil yang nantinya akan membuat terjadinya kerusakan lingkungan . Sesuai dengan perhitungan yang saya perkirakan mengenai jumlah penumpukan sampah di kota metropolitan.
 Yaitu tingkat sampah perharinya mencapai 3,5 liter/orang ( 0,0035 m3) , Kota Bekasi dengan jumlah penduduk 2.861.928 jiwa di kaitkan dengan 0,0035 m3 menghasilkan 10.016,748 meter kubik (m3) tumpukan sampah perharinya, Sampah yang terangkut saat ini sebanyak 6.700 m3 perhari. Dan tersisa 3.316,748 m3 tumpukan sampah di kota Bekasi yang belum bisa terangkut .Di samping itu, pola konsumsi masyarakat memberikan kontribusi dalam menimbulkan jenis sampah yang semakin beragam. antara lain, sampah kemasan yang berbahaya dan/atau sulit terurai oleh proses alam.
Selama ini sebagian besar masyarakat masih menganggap sampah sebagai barang bekas atau sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan. Masyarakat dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir (end-of-pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pemprosesan akhir sampah. Padahal, timbunan sampah dengan volume yang besar di lokasi tempat pemprosesan akhir sampah berpotensi melepas gas metan (CH4) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca yag dapat berdampak terhadap pemanasan global. yang semankin meningkat di bumi yang kita huni ini .
Dari tugas kuliah yang saya kerjakan dan dari latar belakang tersebutlah saya melakukan observasi mengenai pencemaran lingkungan di sekitar tempat pembuangan sampah serta  untuk mengetahui kondisi langsung masyarakat di daerah tempat pembuangan sampah .


Tujuan Observasi
Adapun tujuan yang di maksud dari observasi yang saya lakukan antara lain :
1.      Mengerjakan tugas yang saya  kerjakan
2.      Untuk mengetahui dan memahami masalah kesehatan lingkungan hidup yang terjadi di kawasan tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang , Bekasi Timur Jawa Barat
3.      Mencari upaya pemecahannya ( problem solving ) dengan prinsip mengurangi pencemaran lingkungan.

Manfaat Observasi
 Manfaat dari observasi yang kami lakukan di antaranya ;
1.      Mengetahui kondisi langsung masyarajat di sekitar tempat pembuangan akhir sampah (TPA)
2.      Mengetahui dan memahami masalah kesehatan lingkungan hidup yang terjadi di kawasan tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang , Bekasi Timur , Jawa Barat
3.      Mengetahui bagaimanaupaya pemecahan( problem solving ) pencemaran lingkungan di tempat pembuangan akhir sampah.
4.      Sebagai tambahan pengetahuan tentang bidang studi geografi tentang
PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP
Rumusan Masalah
Dari hasil informasi yang saya dapa dari sahabat dan teman – teman saya yang tinggal disekitar area tempat tersebut , saya menemukan beberapa masalah mengenai pencemaran lingkungan di tempat pembuangan sampah Bantargebang bekasi. Untuk bisa memberikan solusi dari masalah di atas saya membuat perumusan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana sistem pengolahan sampah yang baik? untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan di tempat pembuangan sampah Bantargebang ?
2.      Bagaimana cara mengatasi bau sampah yang busuk dan lalat yang berterbangan  yang menimbulkan wabah penyakit bagi warga Bantargebang?
3.      Bagaimana solusi untuk mendapatkan air bersih bagi masyarakat sekitar tempat pembuangan sampah Bantargebang?
4.      Bagaimana caranya untuk meningkatkan Kesadaran Masyarakat Bantargebang untuk menjaga kebersihan lingkungan ?

 Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah semua benda dan kondisi termasuk di dalamnya manusia dan aktivitasnya, yang terdapat dalam ruang di mana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya. Adapun berdasarkan UU No.23 tahun 1997 lingkungan hidup adalah Kesuatu ruang dengan semua benda dan kesatuan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunnya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejashteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.
Pengertian tempat pembuangan akhir sampah (TPA)
Tempat  Pembuangan Akhir Sampah adalah tempat menimbun sampah yang diangkut dari sumber sampah sehingga tidak mengganggu lingkungan. Sebelum kita membuat atau merencanakan membangun Tempat Pambuangan Akhir Sampah, terlebih dahulu harus dilakukan STUDY ANDAL karena suatu TPA Sampah sudah pasti akan menimbulkan dampak negatif. Dengan melalui STUDY ANDAL maka beberapa dampak negatif yang telah diprediksi akan timbul diusahakan dikelola sehingga tidak melampaui nilai ambang batas yang telah ditetukan oleh Pemerintah dalam Peraturan Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (AMDAL).
Bila melalui STUDY ANDAL tersebut lokasi terpilih tidak memenuhi syarat maka harus dicari lagi lokasi lain yang sesuai. Mengenai TPA Sampah dan hasil dari STUDY ANDAL dampak negatif yang diprediksi akan timbul tersebut harus dikelola sehingga tidak mencemari lingkungan. Secara umum Sampah di bedakan menajdi duah yaitu :
  • Sampah organik atau sampah basah adalah sampah yang mudah mumbusuk, seperti sampah sisa dapur, daun-daunan, sayur- sayuran, buah-buahan, dan sebagainya.
  • Sampah anorganik atau sampah kering adalah sampah yang tidak dapat membusuk, seperti logam, kaleng, plastik, kaca, dan sebagainya

Metode penimbunan sampah
metoda atau cara penimbunan sampah yang kita kenal yaitu Control landfill. Control landfill adalah Sampah yang ditimbun dalam suatu TPA Sampah yang sebelumnya telah dipersiapkan secara teratur, dibuat barisan dan lapisan setiap harinya dan dalam kurun waktu tertentu timbunan sampah tersebut diratakan dan dipadatakan oleh alat berat seperti Buldozer. Setelah rata dan padat timbunan sampah lalu ditutup oleh tanah .

Pengertian Pencemaran
Pencemaran adalah masuknya makhluk hidup, zat energi, dan  komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang dan tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Definisi ini sesuai dengan pengertian pencemaran pada (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982 )

Pengertian Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan terjadi bila daur materi dalam lingkungan hidup mengalami perubahan, sehingga keseimbangan dalam hal struktur maupun fungsinya terganggu. Ketidak seimbangan struktur dan fungsi daur materi terjadi karena proses alam atau juga karena perbuatan manusia. Dalam abad modern ini banyak kegiatan atau perbuatan manusia untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan teknologi sehingga banyak menimbulkan pencemaran lingkungan. Manusia adalah merupakan satu - satunya komponen Lingkungan Hidup biotik yang mempunyai kemampuan untuk dengan sengaja merubah keadaan lingkungan hidup. Dalam usaha merubah lingkungan hidupnya ini dengan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya dapat menimbulkan masalah yang disebut pencemaran. Manusia juga dapat merubah keadaan lingkungan yang tercemar akibat berbuatannya ini menjadi keadaan lingkungan yang lebih baik, menjadi keadaan seimbang, dapat mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan, bahkan diharapkan untuk dapat mecegah terjadinya pencemaran.
Ditinjau dari segi ilmu kimia yang disebut pencemaran lingkungan adalah peristiwa penyebaran bahan kimia dengan kadar tertentu yang dapat merubah keadaan  Keseimbangan pada daur materi, baik keadaan struktur maupun fungsinya sehingga mengganggu kesejahteraan manusia. Pencemaran lingkungan ini perlu mendapat penanganan secara serius oleh semua pihak, karena pencemaran lingkungan dapat menimbulkan gangguan terhadap kesejahteraan kesehatan bahkan dapat berakibat terhadap jiwa manusia atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Definisi ini sesuai dengan pengertian pencemaran pada (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982 ). Berdasarkan medium fisik lingkungan tempat tersebarnya bahan kimia ini, maka pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh bahan kimia dapat dibagi menjadi tiga jenis pencemaran, yaitu:
1.   Pencemaran tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industry.

2.   Pencemaran udara
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansifisik, kimia, atau biologi di atmosferdalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

3.   Pencemaran air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia.Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi.

Hubungan Manusia dan lingkungan
Manusia mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan dalam hidupnya dari lingkungan. Makin tinggi kebudayaan manusia, makin beraneka ragam kebutuhan hidupnya. Makin besar jumlah kebutuhan hidupnya berarti makin besar perhatian manusia terhadap lingkungannya. Perhatian dan pengaruh manusia terhadap ligkungan makin meningkat pada zaman teknologi maju. Masa ini manusa mengubah lingkungan hidup alami menjadi leingkungan hidup binaan. Eksplotasi sumber daya alam makin meningkat untuk memenuhin bahan dasar industri. Sebaliknya hasil industri berupa asap dan limbah mulai menurunkan kualitas lingkungan hidup. Berdasarkan sifatnya, kebutuhan hidup manusia dapat dilihat dan dibagi menjadi 2, yaitu kebutuhan hidup materil antara lain adalah air, udara, sandang, pangan, papan, transportasi sera perlengkapan fisik lainnya. Dan kebutuhan nonmateril  adalah rasa aman, kasih sayang, pengakuan atas eksistensinya, pendidikan dan sistem nilai dalam masyarakat.

METODOLOGI OBSERVASI
Lokasi observasi
Tempat            : Tempat Pembuangan Sampah ( TPA ) Bantargebang
Alamat             : Bantargebang , Bekasi Timur Jawa Barat

HASIL OBSERVASI
Hasil pengamatan lingkungan .
           Sesuai observasi yang telah saya lakukan ditempat, yakni di Tempat Pembuangan Akhir  sampah, yang terjadi adalah pencemaran di lingkungan tersebut dimana banyak sampah yang berserakan sehingga menimbulkan bau yang busuk dan mengganggu aktifitas masyarakat . serta air yang kami amati di sekitar tempat pembuangan tercemar karena warnanya yang sangat hitam dan bau, juga rumah masyarakat yang kumuh akibat adanya tumpukan sampah di samping atau di depan rumah mereka. Berikut kondisi lingkungan di daerah tempat pembuangan sampah akhir 

Hasil wawancara
           Setelah saya melihat kondisi lingkungan, Agar lebih mendaptkan informasi yang jelas dan fakta saya melakukan wawancara kepada teman saya, dia seorang masyarakat yang tinggal di sekitar area tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang .Dan hasilnya sebagai berikut :
Nama                                      : Santi Safitry
Pekerjaan                                : pelajar
Hasil wawancara                    :
  • Apakah kamu asli berasal dari sini dan Sudah berapa lama tinggal di sini ?
Jawab : sudah 17 tahun saya tinggal di sini, walaupun kedua orang tua saya bukan asli orang sini. Tapi saya lahir dan dibesarkan disini
                                                             
  • Apa masalah lingkungan yang dihadapi masyarakat setempat, akibat tumpukan sampah?
Jawab : yang menjadi permasalahan yaitu bau sampah yang tidak enak, serta tidak adanya air bersih karena sudah tercemar.  Dan sering kali warga sekitar membakar sampah karena sudah menjadi kebiasaan mereka didaerah ini

  • Bagaimana kedua orang tuamu dan warga lainya mendaptkan air bersih ?
Jawab : kami membeli air bersih dari mobil PDAM yang biasanya keliling , airtersebut  untuk keperluan mandi dan masak tapi jika untuk minum kami membeli air isi ulang.

  • Penyakit apa sajakah yang sering di derita warga sekitar sini ?
           Jawab : penyakit gatal-gatal, batuk , penyakit pencernaan dan paru-paru karena bau sampah yang tidak enak.

  • Bagaimana masyarakat sekitar memanfaatkan tumpukan sampah disini ?
Jawab : biasanya warga mengumpulkan sampah yang bisa di jual seperti botol-botol, nantinya di jual kepada pengumpul dan hasilnya bisa untuk memenuhi kebutuhan mereka

  • Untuk mengurangi tumpukan sampah tersebut, bagaimana cara pengelolaan sampah yang baik ?
Jawab : Untuk mengurangi tumpukan sampah biasanya masyarakat setempat mengumpulkan sampah – sampah yang bisa didaur ulang , tapi ada juga masyarakat yang membakar sampah pada malam hari dan jaga agar api tidak menjalar kerumah .

  • Apa saja keluhan warga sekitar akibat pembuangan sampah ini ?
Jawab : yang sering di keluhkan warga sudah pasti yaitu masalah Bau sampah yang tidak enak, dan juga apa bila ada pembakaran sampah asapnya itu sangat mengganggu pernafasan. Dulu sering ada warga yang terkena penyakit paru-paru. Serta banyaknya lalat akibat sampah tersebut yang menimbulkan wabah penyakit bagi warga.

  • Sampah BantarGebang ini kiriman sampah dari daerah mana saja san ?
Jawab : sampah-sampah BantarGebang ini adalah kiriman dari Jakarta hanya sedikit saja sampah yang berasal dari daerah sekitar ini

  • Hal positif apakah yang kamu dapat dari masyarakat ditempat ini?
Jawab: bagi kalangan orang atas sisa sampah sisa dapur , botol bekas , plastik , kaca dan sebagainya yang sudah tidak dibutuhkan adalah sesuatu yang berharga lagi atau dibutuhkan, tapi buat kami orang kalangan bawah sampah adalah sesuatu yang paling berharga , sampah adalahan lahan untuk mencari nafkah dengan cara yang halal , sampah adalah yang menjauhkan kita dari kejahatan  , dan sampah adalah sesuatu yang kalian anggap tidak beraharga tapi bisa kami olah jadi berguna .

PEMBAHASAN
 Secara umum permasalahan di atas menyangkut hal-hal berikut ini :
  • Masalah Bau sampah dan lalat
  • Persediaan air bersih masyarakat sekitar
  • Masalah kurangnya kesadaran dan kepedulian masayarkat tentang kebersihan lingkungan.
Untuk menyelesaikan permasalahan di atas, perlu adanya pemecahan masalah  ( problem solving ) ada pun kami memberikan solusinya sebagai berikut :
·         Mengatasi bau sampah dan lalat di lingkungan sekitar TPA BantarGebang
Sesuai dengan hasil pengamatan yang saya lakukan, masalah bau merupakan salah satu dampak negatif yang terjadi akibat pengoperasian TPA BantarGebang, Bau merupakan hasil samping dari penguraian sampah organik. Bau umumnya terjadi di sepanjang jalan masuk ke TPA (berasal dari tumpukan sampah dan genangan air di lingkungan sekitar). Untuk mengatasi bau sampah tersebut diperlukan tindakan pelapisan tanah pada timbunan sampah secara berkala. Sedangkan mengatasi bau pada jalan masuk dilakukan dengan penggunaan bak-bak sampah yang tertutup. Serta dilakukan dengan pemantauan secara berkala oleh petugas kebersihan agar tidak terjadi penumpukan sampah yang berlebihan sehingga tidak menimbulkan bau yang berlebihan. Sama dengan bau, maka lalat juga merupakan dampak negatif akibat pengoperasian TPA BantarGebang. Untuk mengatasi perkembangbiakan lalat dapat dilakukan dengan pelapisan tanah pada timbunan sampah secara teratur, sehingga proses perkembangbiakan lalat dapat dicegah.
·         Mengatasi masalah persediaan air bersih di  TPA banyak cara yang bisa digunakan dengan cara menjaga ekosistem dari lingkungannya. Air memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehingga harus mendapat perhatian khusus agar perannya tidak terganggu. Semua pihak harus menyadari akan pentingnya mengatasi pencemaran air untuk dapat saling bekerjasama dalam mengatasi permasalahan ini.
·         Solusi untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan, terutama untuk masyarakat yang tinggal didaerah tersebut :
1.      Dimulai dari diri sendiri dengan cara memberi contoh kepada masyarakat bagaimana menjaga kebersihan lingkungan.
2.      Memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan berbagai macam penyakit yang menyebar jika tidak menjaga kebersihan kepada masyarakat, terutama masyarakat yang hidup didaerah TPA seperti didaerah Bantargebang
3.      Selalu Libatkan tokoh masyarakat yang berpengaruh untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
4.      Sertakan para pemuda untuk ikut aktif menjaga kebersihan lingkungan.
5.      Perbanyak tempat sampah di sekitar lingkungan


BAB III
PENUTUP
  1. A.    KESIMPULAN
                       Berdasarkan observasi yang telah saya lakukan di tempat pembuangan sampah Bantargebang Bekasi Timur ,Jawa Barat saya menyimpulkan bahwa lingkungan dan Air di sekitar tempat pembuangan sampah sudah tercemar, warga di sekitar tempat pembuangan sampah harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Serta Bau sampah yang sangat tidak enak dan banyak lalat sebagai penular penyakit yang di akibatkan banyaknya sampah busuk.
           Hal ini di sebabkan karena kurang baiknya system pengolahan sampah , karena menerapakan menimbun sampah dari truk pengakut sampah tanpa tidak ada tindak lanjut, serta dalam pengurangan volume sampah di lakukan pembakaran, hal ini sangat tidak dianjurkan karena menimbulkan dampak masalah lingkungan akibat pembakaran sampah tersebut. seperti menimbulakan penyakit pernafasan dan yang sering di alami wargasekitar akibat dari proses pembakaran sampah tersebut adalah penyakit Paru-Paru.
2.       B.     SARAN
                       Berdasarakan hasil observasi yang telah di lakukan, Penulis Dan Penyusun ingin menyampaikan saran-saran yang bisa di jadikan bahan pertimbangan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan di tempat pembuangan sampah khususnya di tempat pembuangan sampah Bantargebang.
  1. Mengganti system pengolahan sampah anerobic dengan system aerobic yang mendatangkan keuntungan baik untuk lingkungan maupun ekonimis.
  2. Pemda DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi harus bersinergi mempersiapkan planning kedepan mulai dari sekarang  untuk berfikir lebih keras lagi agar permasalahan pengolaan sampah ini bisa diagendakan , dijalankan serta diawasi sebagai Pemilik Kebijakan yang bertanggung jawab untuk menentaskan Masalah yang sudah meresahkan warga Bantargebang .
  3. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Bantargebang terhadap lingkungan Hidup dan kesehatan.
Lingkungan yang perlu dilestarikan supaya diperoleh keadaan yang seimbang antara manusia. begitu banyak dampak yang ditimbulkan jika kita tidak memperhatikan keseimbangan alam yang digunakan sebagai tempat kehidupan. dampak negatif yang muncul berupa penyakit yang merugikan pada manusia seperti penyakit pernafasan, diare, kholera, thyphus, dysentri, polio, ascariasis dan lain-lain.

Dampak positif lingkungan terhadap kesehatan memperoleh sumber energi untuk kebutuhan hidup. untuk pencegahan penyakit perlu dilakukan sanitasi terhadap lingkungan air, udara dan tanah, khususnya pengelolaan air minum dan air buangan secara terpadu.

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam materi ini,mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dan kelemahan, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul materi ini.

saya banyak berharap para pembaca yang budiman dapt memberikan kritik dan saran yang membangun kepada saya selaku penyusun demi sempurnanya materi ini dan dan penulisan materi di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga materi ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
                         
SEKIAN DARI SAYA

WASSALAMU’ALAIKUM WARRAHMATULLAHI WABARRAKATUH





Referensi :


Ucapan Terimakasih Kepada :
·         Warga sekitar TPU Bandargebang Bekasi
·         Santi safitri